Bentrokan Maut di Kapal Induk Abraham Lincoln, 7 Tentara AS Tewas
Jakarta, Urgensi — Situasi di kapal induk USS Abraham Lincoln dilaporkan memanas di tengah pengerahan panjang militer Amerika Serikat dalam konflik dengan Iran. Media Iran menyebut sedikitnya tujuh personel Angkatan Laut AS tewas dalam bentrokan di atas kapal tersebut.
Laporan itu pertama kali disampaikan Tasnim News Agency dengan mengutip sumber militer. Hingga kini, belum ada konfirmasi resmi dari Pentagon maupun Gedung Putih mengenai adanya bentrokan mematikan tersebut.
Menurut laporan tersebut, insiden bermula ketika seorang penasihat Komando Pusat AS (CENTCOM) datang ke USS Abraham Lincoln untuk merespons keluhan awak kapal mengenai panjangnya masa penugasan.
Kedatangan penasihat itu disebut mendapat penolakan dari sejumlah personel. Situasi kemudian berkembang menjadi bentrokan fisik. Tasnim melaporkan sejumlah senjata tajam digunakan dalam insiden tersebut dan menyebabkan korban jiwa.
Tekanan Awak Kapal Jadi Sorotan
USS Abraham Lincoln disebut telah menjalani pengerahan selama ratusan hari. Kondisi tersebut memunculkan kekhawatiran mengenai kelelahan dan tekanan psikologis yang dialami ribuan pelaut serta Marinir yang berada di dalam kapal.
Kekhawatiran serupa sebelumnya disuarakan keluarga personel militer AS. Mereka mempertanyakan lamanya masa penugasan dan belum adanya kepastian mengenai waktu kepulangan para awak kapal.
Dalam sebuah pertemuan di San Diego, sekitar 200 anggota keluarga personel militer bahkan dilaporkan menyampaikan keluhan langsung kepada Pelaksana Tugas Menteri Angkatan Laut AS Hung Cao.
Laporan mengenai bentrokan di USS Abraham Lincoln muncul di tengah meningkatnya tekanan terhadap personel yang menjalani pengerahan berkepanjangan. Namun, sejauh ini belum ada keterangan resmi dari pemerintah AS yang membenarkan jumlah korban maupun kronologi insiden tersebut.