Gempa M74 Guncang Kolombia, Korban Tewas 132 Orang
Jakarta — Gempa bumi dahsyat berkekuatan Magnitudo (M) 7,4 mengguncang wilayah barat Kolombia. Jumlah korban terus bertambah dan sedikitnya 132 orang dilaporkan meninggal dunia, sementara sekitar 570 lainnya mengalami luka-luka.
Gempa terjadi pada Senin (10/8/2026) sekitar pukul 07.34 waktu setempat. Berdasarkan data US Geological Survey (USGS), pusat gempa berada di kedalaman 107 kilometer, sekitar 5 kilometer dari San Jose del Palmar.
Gempa utama kemudian diikuti gempa susulan berkekuatan M5 sekitar 44 menit kemudian.
Sejumlah wilayah terdampak cukup parah, termasuk Risaralda, Valle del Cauca, Pereira, Chocho, Manizales, dan Quibdo. Puluhan bangunan dilaporkan runtuh, sementara ribuan rumah mengalami kerusakan.
Kolombia Tetapkan Darurat Nasional
Presiden Kolombia Abelardo de la Espriella menetapkan status darurat nasional untuk mempercepat pengerahan sumber daya dan bantuan ke daerah yang terdampak.
Pemerintah juga mengaktifkan mekanisme tanggap darurat nasional serta membentuk posko terpadu untuk mengoordinasikan proses evakuasi, penanganan korban, dan pendataan kerusakan.
Gempa dilaporkan terasa hingga sejumlah kota besar seperti Bogota, Cali, Medellin, Pereira, Manizales, dan Ibague.
Kemlu: Seluruh WNI Aman
Di tengah situasi tersebut, Kementerian Luar Negeri RI memastikan seluruh warga negara Indonesia (WNI) di Kolombia dalam kondisi aman.
KBRI Bogota telah berkomunikasi dengan WNI yang berada di sejumlah wilayah terdampak dan terus memantau perkembangan situasi, termasuk mengantisipasi kemungkinan gempa susulan.
Kemlu mengimbau WNI tetap mengikuti arahan otoritas setempat, memantau informasi resmi, serta menjaga komunikasi dengan KBRI Bogota.
Hingga laporan terakhir, belum ada WNI yang dilaporkan menjadi korban dalam bencana tersebut.