Hafalan Surat Ad-Dhuha Demi Miras Viral di Media Sosial
Jakarta — Video seorang pengunjung yang melafalkan Surah Ad-Dhuha demi mendapatkan minuman keras di sebuah booth sponsor festival musik The Sounds Project viral di media sosial. Aksi tersebut memicu kecaman karena dianggap mencampurkan ayat suci Al-Qur’an dengan promosi minuman beralkohol.
Peristiwa itu disebut terjadi saat The Sounds Project digelar di Jakarta Utara pada Minggu (9/8/2026). Dalam video yang beredar, seorang pengunjung terlihat mengikuti tantangan hafalan Surah Ad-Dhuha untuk memperoleh minuman keras merek Newport.
Potongan video tersebut kemudian menyebar luas dan menuai reaksi keras warganet.
Pihak penyelenggara The Sounds Project akhirnya memberikan klarifikasi. Mereka menegaskan bahwa penghormatan terhadap agama dan keyakinan seluruh pengunjung merupakan bagian dari nilai yang dijunjung selama penyelenggaraan acara.
Mereka juga menyatakan tidak memberikan toleransi terhadap tindakan yang bertentangan dengan nilai tersebut.
MC Booth Ikut Minta Maaf
MC booth Newport, Ega, turut menyampaikan permintaan maaf atas kejadian yang menjadi sorotan tersebut.
Dalam klarifikasinya, Ega menyebut aksi tersebut merupakan tindakan spontan dari audiens dan tidak berkaitan dengan pihak Newport.
“Saya Ega selalu MC booth Newport pada Minggu, 9 Agustus 2026, memohon maaf atas kejadian yang terjadi saat acara berlangsung. Kejadian tersebut merupakan aksi spontan audiens dan tidak terkait dengan pihak Newport,” tulis Ega dalam pernyataannya.
MUI Beri Respons Tegas
Majelis Ulama Indonesia (MUI) turut menyoroti video tersebut. Ketua MUI Bidang Fatwa Prof KH Asrorun Niam Sholeh menilai penggunaan ayat Al-Qur’an dalam tantangan untuk mendapatkan minuman keras tidak dapat dibenarkan.
Menurut dia, tindakan tersebut bermasalah dari sisi agama, moral, etika, maupun hukum.
“Tindakan tersebut tidak bisa dibenarkan, baik secara keagamaan, moral etika, maupun secara hukum. Pelaku harus mempertanggungjawabkan perbuatannya,” kata Asrorun, dikutip dari laman resmi MUI.
Viralnya video tersebut kini membuat sorotan tidak hanya tertuju kepada orang yang mengikuti tantangan, tetapi juga kepada pihak yang terlibat dalam aktivitas di booth tersebut serta penyelenggara acara.